Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Menurun, Kemenkes Mendesak Dinas Kesehatan untuk Pantau Pemberian Obat

- Senin, 7 November 2022 | 12:59 WIB
Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Menurun, Kemenkes Mendesak Dinas Kesehatan untuk Pantau Pemberian Obat (Ilustrasi)
Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Menurun, Kemenkes Mendesak Dinas Kesehatan untuk Pantau Pemberian Obat (Ilustrasi)



BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Kabar baik datang dari Indonesia karena morbiditas dan mortalitas gagal ginjal akut anak (GGAPA) di Indonesia cenderung menurun.

Hal ini tercermin dari penurunan yang signifikan dalam kasus baru dan kematian, penurunan ini sebagian besar terjadi  sejak Surat Edaran Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan diterbitkan.

Menghentikan sementara  penggunaan sirup atau obat cair di semua departemen kesehatan masyarakat, fasilitas medis, dan organisasi profesi kesehatan pada 18 Oktober 2022.

Baca Juga: Bakat Dagangnya Luar Biasa, 5 Pemilik Weton Berikut Ini Akan Sukses Menjadi Saudagar Kaya

"Setelah kita melakukan pelarangan obat, jumlah kasusnya menurun," ungkap Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dikutip dari Suara Merdeka.

Selain itu, Budi mengatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk mempertahankan nol kasus baru GGAPA akibat penggunaan sirup.

"Kasus baru minggu lalu terjadi di tanggal 29 Oktober dan 1 November. Itu karena pasien masih saja mengkonsumsi obat sirop dari apotik. Mohon bantuan para dinkes propinsi dan kabupaten/kota untuk kontrol pemberian obat di apotik dan bidan kita. Untuk melindungi para balita kita," tuturnya.

Baca Juga: Wanita Pemilik 2 Weton Ini Paling Gemar Selingkuh, Akibat Mudah Mendapat Cinta

Berdasarkan data yang dilaporkan dari semua rumah sakit di 28 negara bagian yang menunjukkan temuan yang konsisten, faktor risiko terbesar untuk GGA adalah toksisitas EG dan DEG dalam sirup atau obat cair.

Menteri Kesehatan juga mengatakan bahwa sejak penggunaan obat penawar fomepizole untuk pengobatan GGAPA, angka kematian menurun.

Sejak 25 Oktober, distribusi dan penggunaan fomepizole telah diperluas tidak hanya ke RSCM, tetapi juga ke 17 rumah sakit di 11 provinsi di Indonesia yang telah menerima fomepizole.

Baca Juga: Berbakat Jadi Tabib, Empat Weton Ini Punya Kemampuan Deteksi dan Sembuhkan Penyakit

"Sekitar 87 persen Fomepizole yang didatangkan Kemenkes dari luar negeri bersifat donasi gratis dari negara-negara sahabat," ucap Menkes.

Untuk informasi lebih lanjut, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mengeluarkan arahan kepada anak-anak untuk menggunakan sirup atau obat cair untuk mencegah peningkatan kasus tahun 2022.

Jumlah kasus GGAPA sebanyak 32 dengan laporan per 5 November, 102 di antaranya sembuh, 19 meninggal, dan 28 masih dalam perawatan.***

Editor: Nurdian Ghufron

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X