Korban MS Buka Suara Perihal Pelecahan, KPI Minta Cabut Laporan Kepolisian dan Berdamai

- Senin, 7 Maret 2022 | 20:18 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual.   (Freepik)
Ilustrasi pelecehan seksual. (Freepik)

"Selain itu juga ada permintaan damai antara saya dan juga pelaku di Komisi Penyiaran Indonesia Pusat pada 8 september 2021," ujarnya.

Pihak KPI memberikan 4 poin pernyataan terkait pelecehan yang dialami MS, point pencabutan, release ulang, hingga tidak melaporkan balik gugatan.

"Mereka menyodorkan ada 4 poin, yang pertama cabut laporan kepolisian, LPSK, dan juga Komnas HAM," ujar MS.

"Yang kedua adalah, kami tidak akan melaporkan balik dengan Undang-Undang ITE." ujar MS.

"Yang ketiga adalah dituntut untuk menulis ulang release dan juga memulihkan nama baik para pelaku," ujar MS.

"Yang keempat adalah target nomor satu, besoknya saya harus cabut laporan, kemudian saya tidak menandatangani, karena ketika itu saya menelpon salah satu tim kuasa hukum saya, tapi kuasa hukum saya bilang, jangan. Tolak," ujar MS.

Sang keluarga dan istri dari MS sepakat untuk membatalkan perdamaian yang dijanjikan oleh KPI itu.

"Dari keluarga, ibu saya, istri saya juga bilang jangan, akhirnya saya pun batal dan tidak jadi adanya perdamaian tersebut," ujar MS.

Ketika MS menolak hal tersebut kemudian adanya salah satu staff legal KPI, ia membawa MS ke kantor ke ruangan kepala seketaris KPI.

Dan ketika saat itu MS diikuti oleh salah satu perwakilan pelaku, di ruangan tersebut. Kepala seketaris KPI mendukung dari salah satu keempat point tersebut yaitu, menulis prelease ulang.

Halaman:

Editor: Tiko Septianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X