Kasihan 567 Guru Honorer Dipecat Lantaran Pemkab Tak Mampu Bayar

- Jumat, 14 Januari 2022 | 12:59 WIB
Ilustrasi. Informasi dari Kemenpan RB terkait info pendaftaran PPPK 2022 disampaikan khususnya bagi para guru honorer yang berusia 35 tahun lebih. (Dok. Pikiran Rakyat)
Ilustrasi. Informasi dari Kemenpan RB terkait info pendaftaran PPPK 2022 disampaikan khususnya bagi para guru honorer yang berusia 35 tahun lebih. (Dok. Pikiran Rakyat)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Sungguh memperihatinkan dengan apa yang dirasakan oleh guru honorer di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu ini.

Pasalnya, Pemkab setempat mengeluarkan keputusan merumahkan seluruh guru honorer.

Total ada 567 guru honorer yang dirumahkan.

Alasan Pemkab Mukomuko merumahkan guru honorer karena berkurangnya anggaran untuk membayar gaji guru honorer yang bersumber dari APBD 2022.

Baca Juga: Aktivis 98 Ini Bela Kaesang dan Gibran, Laporkan Balik Ubedilah Badrun ke Polda

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, berharap pemerintah setempat membatalkan kebijakan merumahkan guru honorer karena tenaganya masih dibutuhkan oleh sekolah.

"Kalau guru masih dibutuhkan bisa merugikan sekolah, kekurangan guru siapa yang mengajar, sepanjang itu dibutuhkan sekolah kami berharap jangan dirumahkan," kata Ketua PGRI Kabupaten Mukomuko Rasita, Sabtu (8/1/2022).

Ia yakin setelah kebijakan ini aktivitas belajar mengajar di sekolah daerah ini semakin sulit, sekolah yang kekurangan sedikit saja guru sulit apalagi banyak kekurangan guru.

Ia menyebutkan, pada umumnya guru honorer ini ditugaskan di sekolah yang berada jauh dari ibukota karena keterbatasan guru yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil, kalau sekolah di kota cukup guru PNS.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X