Profil dan Biodata Lengkap GUS BAHA, Murid KH Maimun Zubair yang Nasabnya Bersambung pada Para Ulama Besar

- Selasa, 25 Januari 2022 | 18:55 WIB
Dalam satu kajiannya,Ulama ahli tafsir Al-Qur'an Gus Baha (KH Ahmad Bahauddin Nursalim) mengungkap satu rahasia pintu rezeki.Lantas,profesi apa yang bisa membuat cepat kaya dan rezeki melimpah? Berikut penjelasan Gus Baha  (dok, PWMU.CO)
Dalam satu kajiannya,Ulama ahli tafsir Al-Qur'an Gus Baha (KH Ahmad Bahauddin Nursalim) mengungkap satu rahasia pintu rezeki.Lantas,profesi apa yang bisa membuat cepat kaya dan rezeki melimpah? Berikut penjelasan Gus Baha  (dok, PWMU.CO)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - KH Ahmad Bahauddin, lebih dikenal sebagai Gus Baha merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari Rembang.

Ia dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur'an.

Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, KH Maimun Zubair.

Gus Baha merupakan putra dari seorang ulama pakar Al-Qur’an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Kiai Nursalim al-Hafizh, dari Narukan, Kragan, Rembang.

Baca Juga: GUS MIFTAH Beberkan Sosok Malaikat yang Sering Ditemui Manusia Setiap Hari, Itu Kunci Sukses jangan Sia-siakan

Kiai Nursalim merupakan murid dari Kiai Arwani Kudus dan Kiai Abdullah Salam, Kajen, Mergoyoso, Pati.

Nasabnya bersambung kepada para ulama besar.

Bersama Kiai Nursalim, KH Hamim Jazuli (Gus Miek) memulai gerakan Jantiko (Jamaah Anti Koler) yang menyelenggarakan kajian Al-Qur’an secara keliling.

Jantiko kemudian berganti Mantab (Majelis Nawaitu Topo Broto), lalu berubah jadi Dzikrul Ghafilin.

Kadang ketiganya disebut bersamaan: Jantiko-Mantab dan Dzikrul Ghafilin.

Dari silsilah keluarga ayah, Gus Baha’ merupakan generasi ke-4 ulama-ulama ahli Al-Qur'an.

Sedangkan dari silsilah keluarga ibu, Gus Baha menjadi bagian dari keluarga besar ulama Lasem, dari Bani Mbah Abdurrahman Basyeiban atau Mbah Sambu.

Sebagai seorang santri tulen, yang berlatar belakang pendidikan non-formal dan non-gelar, Gus Baha' diberi keistimewaan untuk menjadi sebagai Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Gus Baha' duduk bersama para Profesor, Doktor dan ahli-ahli Al-Qur'an dari seluruh Indonesia seperti Prof. Dr. Quraisy Syihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib dan para anggota Dewan Tafsir Nasional yang lain.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X