Seorang Anak SD Menjadi Korban Kebejatan Empat Orang Lansia, Dicabuli Hingga Hamil

- Sabtu, 14 Januari 2023 | 08:48 WIB
Bejat! Empat Kakek-kakek Cabuli Siswi SD hingga Hamil
Bejat! Empat Kakek-kakek Cabuli Siswi SD hingga Hamil

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun di Banyumas, menjadi korban kebejatan empat orang lansia.

Akibat perbuatan empat lansia bejat itu, kini korban yang masih siswa SD mengandung janin 12 minggu.

Keempat lansia bejat akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Mereka ditangkap penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banyumas setelah mendapat laporan dari keluarga korban.

Baca Juga: KUNCI JAWABAN Tebak Kata Shopee, Tantangan Harian Jumat 13 Januari 2023, AETKBUN

“Korban berinisial AZ, warga Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas,” kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu didampingi Kasatreskrim Kompol Agus Supriadi Siswanto di Purwokerto, Banyumas, Jumat.

Ia mengatakan, kasus pencabulan tersebut terungkap berawal dari kecurigaan orang tua korban terhadap anaknya yang tidak menstruasi.

Saat ditanya oleh orang tuanya, korban mengaku telah disetubuhi dicabuli oleh pelaku yang berbeda-beda.

Oleh karena tidak menstruasi, lanjut dia, orang tua korban kemudian memeriksakan anaknya ke dokter hingga akhirnya diketahui AZ telah hamil 12 minggu.

Baca Juga: Jadwal Acara GTV Hari Jumat 13 Januari 2023, Ada SpongeBob SquarePants, Jomblo Jomblo Bahagia, dan Krai Thong

Sementara itu, Kasatreskrim Kompol Agus Supriadi Siswanto mengatakan setelah menerima laporan dari keluarga korban, pihaknya segera melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap empat orang terduga pelaku yang seluruhnya sudah lanjut usia (lansia).

Pihaknya lalu menangkap empat terduga pelaku masing-masing berinisial W, 70, J, 50, SA, 69, dan K, 67, seluruhnya warga Patikraja, Banyumas.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pencabulan tersebut terjadi sejak September 2022 di tempat dan waktu berbeda,” jelasnya seperti dikutip blora.suaramerdeka.com dari Antara.

Ia mengatakan modus yang digunakan para pelaku, yaitu merayu korban dengan memberikan imbalan uang kemudian mereka melakukan pencabulan.

Halaman:

Editor: Joko Susanto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X