Adakan Pendampingan OPD di 83 Desa, Pemprov Jateng Siap Turunkan Persentase Kemiskinan

- Sabtu, 5 Maret 2022 | 18:27 WIB
Rapat Evaluasi Program Satuan Organisasi Perangkat Daerah. (foto: jatengprov.go.id)
Rapat Evaluasi Program Satuan Organisasi Perangkat Daerah. (foto: jatengprov.go.id)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berusaha untuk menekan persentase kemiskinan pada lingkup wilayah Jateng.

Sebagai bentuk dari usaha tersebut, Pemprov Jateng melaksanakan Program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Dampingan.

Dalam program tersebut, sebanyak 83 desa turut andil dalam acara yang didampingi langsung oleh Pemprov Jateng tersebut.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen turut serta dalam pendampingan tersebut.

Gus Yasin menyebutkan pada 2021 program Satu OPD Satu Desa Binaan berhasil terlaksana dengan sangat baik.

Pria 38 tahun tersebut juga mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dari yang semula berstatus merah menjadi kuning bahkan bisa saja hijau.

“Kalau kita bicara tingkat efektif, ya kemarin itu kita bisa melihat dari sekian kabupaten di desa dampingan di 2021. Di era pandemi saja kita bisa entaskan 25 desa. Yang awalnya merah menjadi kuning. Kita bisa mengevaluasi dari 19 desa dampingan kita yang saat itu kuning, saat ini jadi hijau. Ini adalah sebuah potensi yang bagus,” ujarnya pada Jumat, 4 Maret 2022

Ia juga menekankan bahwa pihaknya akan mempertajam program supaya penekanan angka kemiskinan bisa jauh lebih efektif.

Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) Jawa Tengah akan mendukung Pemprov Jateng dalam mengoptimalkan program tersebut.

“Saat ini juga saya ikutkan Komekraf untuk mendampingi. Jadi para teman Komekraf ekonomi kreatif ini saya berharap bisa mewarnai di desa-desa dampingan. Ada sebanyak 83 desa dampingan tersebut,” kata Gus Yasin.

Halaman:

Editor: Tiko Septianto

Tags

Terkini

X