Ganjar Bantah Vaksin Ekspired di Kudus karena Telat Distribusikan ke Daerah, Begini Penjelasannya

- Senin, 8 November 2021 | 15:39 WIB
Ganjar Pranowo (net)
Ganjar Pranowo (net)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membantah bahwa vaksin ekspired yang terjadi di Kudus karena terlambatnya distribusi vaksin dari provinsi ke daerah.

Ia menegaskan, setiap vaksin dikirim dari pusat, vaksin itu paling lama berada di gudang obat milik Pemprov Jateng selama dua hari.

"Kemarin ada yang bilang, katanya kelamaan di provinsi. Tidak. Di provinsi itu paling hanya sehari atau dua paling lama dua hari. Begitu datang, kami minta hari itu segera diambil," kata Ganjar usai memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (8/11/2021).

Ganjar mengatakan, kadaluarsanya vaksin di Kudus diduga karena kiriman vaksin dari pusat memang sudah mendekati ekspired.

Baca Juga: Berikut Ini Syarat Rawat Inap BPJS Kesehatan Tanpa Rujukan, Berlaku untuk Semua Pasien

Ia mencontohkan, Purbalingga beberapa waktu lalu datang ke Kemenkes dan minta tambahan vaksin.

Mereka diberikan vaksin limpahan dari Tangerang yang hanya tinggal beberapa hari saja sudah kadaluarsa.

"Memang dari sananya sudah mendekati ekspired. Kasus Purbalingga contohnya, mereka dapat langsung dari Kemenkes tapi mendekati ekspired. Tapi mereka sanggup menyelesaikan sebelum ekspired, jadi bagus itu," jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya tak pernah lelah untuk terus mengingatkan kepada Bupati/Wali Kota terkait masa kadaluarsa vaksin.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X