Sri Lanka Memberlakukan Keadaan Darurat Usai Malam Kerusuhan

- Sabtu, 2 April 2022 | 14:54 WIB
Arsip - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. (Facebook.com/Gotabaya Rajapaksa)
Arsip - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa. (Facebook.com/Gotabaya Rajapaksa)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa mengumumkan keadaan darurat pada hari Jumat, 1 April 2022 yang memberikan kekuatan besar kepada pasukan keamanan sehari setelah ratusan orang mencoba menyerbu rumahnya dalam kemarahan atas krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Gotabaya Rajapaksa menerapkan undang-undang keras yang memungkinkan militer untuk menangkap dan menahan tersangka untuk waktu yang lama tanpa pengadilan ketika demonstrasi yang menyerukan penggulingannya menyebar ke seluruh negara Asia Selatan.

"Keadaan darurat diumumkan untuk perlindungan ketertiban umum dan pemeliharaan persediaan dan layanan yang penting bagi kehidupan masyarakat," Kata Gotabaya Rajapaksa dikutip dari Hindustan times.

Negara berpenduduk 22 juta itu menghadapi kekurangan bahan pokok yang parah, kenaikan harga yang tajam dan pemadaman listrik yang melumpuhkan dalam penurunan paling menyakitkan sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948.

Polisi memberlakukan kembali jam malam pada hari Jumat kemarin di Provinsi Barat, yang meliputi ibu kota Kolombo, memperluas zona larangan bepergian dari malam sebelumnya.

Sebelumnya pada malam hari, puluhan aktivis HAM membawa plakat tulisan tangan dan lampu minyak di ibu kota saat berdemonstrasi di persimpangan yang ramai.

Plakat-plakat tersebut bertuliskan 'Saatnya mundur dari Rajapaksa' dan 'Jangan korupsi lagi, pulang Gota' yang tentunya merujuk pada Presiden mereka.

Di kota dataran tinggi Nuwara Eliya, para aktivis memblokir pembukaan pameran bunga oleh istri Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa, Shiranthi.

Kota-kota selatan Galle, Matara dan Moratuwa juga menyaksikan protes anti-pemerintah, dan demonstrasi serupa dilaporkan di wilayah utara dan tengah. Semua menahan lalu lintas di jalan-jalan utama.

Sebelumnya, pada Kmis 31 Maret malam waktu setempat sudah terjadi kerusuhan di kediaman pribadi Rajapaksa yang menuntut agar dirinya turun dari jabatannya.

Halaman:

Editor: Tiko Septianto

Tags

Terkini

X