Demo Didepan Gedung DPR, Massa Pemuda Pancasila Mengeroyok Seorang Perwira Polisi

- Kamis, 25 November 2021 | 20:48 WIB
Kombes Henky Haryadi saat bubarkan massa Pemuda Pancasila, dia juga marah rekannya sempat di keroyok oleh oknum dari ormas ini  (dok, tribun jakarta)
Kombes Henky Haryadi saat bubarkan massa Pemuda Pancasila, dia juga marah rekannya sempat di keroyok oleh oknum dari ormas ini (dok, tribun jakarta)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Polda Metro Jaya menyayangkan aksi unjuk rasa Pemuda Pancasila (PP) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11).

Pasalnya kejadian tersebut mengakibatkan satu perwira polisi alami luka-luka akibat dikeroyok. Perwira polisi itu yakni Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali.

"Kami dari Polda Metro sangat menyangkan kegiatan demo hari ini yang boleh dikatakan demo yang tidak tertib. Bahkan melakukan penyerangan kepada petugas kepolisian yang mengamankan kegiatan demo ini. Dalam demo tadi 1 orang anggota Polri atas nama AKBP Karosekali dari Ditlantas Polda Metro," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Zulpan mengatakan, perwira polisi tersebut mengalami luka yang cukup serius akibat pengeroyokan.

Baca Juga: 100 Hari Dimpimpin Taliban Afghanistan Sudah Rasakan Krisis Ekonomi, Berikut Faktornya

Saat ini perwira tersebut langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapat tindakan lebih lanjut.

"Mengalami luka-luka yang cukup serius di bagian kepala bagian belakang akibat penyerangan yang dilakukan oleh anggota ormas yang melakukan demo tadi," tuturnya.

"Saat ini korban sudah dibawa ke ke RS Kramat Jati dan sedang menjalani perawatan," sambungnya.

Untuk itu, kata Zulpan, pihaknya langsung melakukan proses hukum terhadap massa PP yang diduga terlibat pengeroyokan tersebut.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Indonesia Semakin Membaik, Menkeu Jelaskan Indikatornya

"Tentu ini satu hal yang kita sayangkan. Demo seperti ini tidak dibenarkan. Oleh sebab itu kita akan lakukan proses hukum yang melakukan terhadap penyerang tersebut," tandasnya.

Kepolisian akhirnya membubarkan massa ormas PP saat berunjuk rasa menuntut permintaan maaf Junimart Girsang di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11).

Tindakan pembubaran itu setelah terjadi pengeroyokan massa terhadap perwira Polri berpangkat AKPB.

Kombes Hengki Haryadi pada pukul 16.00 WIB tampak baik ke atas mobil komando dihadapan massa meminta untuk bubar.

Baca Juga: Rebutan Pengelolaan Limbah Pabrik Jadi Alasan Bentrok Ormas di Karawang?

"Saya mohon perhatian, yang saat ini sedang menyampaikan pendapat. Ingat rekan rekan hak saudara dibatasi oleh kewajiban, kewajiban menaati peraturan yang berlaku," kata Hengki di lokasi. 

Menurutnya, polisi dalam melakukan pengawalan sudah memberikan pelayanan maksimal kepada massa PP yang berunjuk rasa.

Namun, kata dia, hal itu justru ternodai lantaran menurutnya salah satu anggota Polri berpangkat AKBP dikeroyok dan alami luka-luka.

Baca Juga: Hasil Indonesia Open 2021: Fajar dan Rian ke Perempat Final

"Perwira kami, AKBP dikeroyok luka luka apalah itu tujuan rekan rekan datang kemari? Melawan kami mengeroyok kami yang mengamankan rekan rekan," tuturnya.

Ia mengatakan, koordinator dari massa PP harus bertanggungjawab atas kejadian pengeroyokan tersebut. Pasalnya hal tersebut merupakan tindakan melawan hukum.

"Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Perwira menengah dikeroyok padahal beliau mengamankan kegiatan ini. Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan, jangan aksi rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum," tuturnya.

"Kami yang melayani rekan rekan, mengamankan justru dipukuli di keroyok," sambungnya.

Baca Juga: Enam Bangunan Penyimpanan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal di Jepara Digrebeg Petugas Cukai, Temukan Ini

Lebih lanjut, Hengki mengaku miris atas kejadian yang terjadi. Pihaknya meminta massa yang menjadi saksi bisa menyerahkan diri.

"Saya minta tadi saksi yang melihat menyerahkan, hukum harus ditegakkan. Saya sebagai penanggung jawab wilayah keamanan, di depan DPR ini jujur saja saya miris. Saya bersahabat dengan ketua PP jakpus, tapi justru anggota kami dianiaya oleh rekan rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar," tutupnya.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Bondan Nugrahanto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Ada Korban Massal di Tonga Akibat Tsunami

Senin, 17 Januari 2022 | 07:39 WIB
X