Anda Pemilik Weton Kamis Legi? Hindari Hal Ini Jika Ingin Selamat Hidup di Dunia

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:54 WIB
Ilustrasi/Pesawat Ukraina yang jatuh di Yunani pada Sabtu, 16 Juli 2022 (Septiyani Nurhasanah)
Ilustrasi/Pesawat Ukraina yang jatuh di Yunani pada Sabtu, 16 Juli 2022 (Septiyani Nurhasanah)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Berdasarkan kamus kitab primbon Jawa kuno yang telah dititeni oleh para leluhur Jawa, weton Kamis Legi dengan jumlah neptu yang cukup besar yaitu 13 ini mempunyai hari keberuntungan, hari naas, dan puncak kejayaan.

Menurut primbon Jawa, puncak kejayaan dapat dilihat berdasarkan perjalanan hidup atau usia weton Kamis Legi, sementara untuk hari naas bisa digunakan untuk bertirakat, berpuasa weton, atau berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa agar hari naas tersebut tidak membahayakan dirinya.

Sedangkan hari keberuntungan bisa digunakan untuk melangsungkan hajat-hajat, seperti pindah rumah, membuka usaha, mencari pekerjaan, maupun melangsungkan acara lamaran atau pernikahan.

Oleh sebab itu, penting untuk weton Kamis Legi ketahui beberapa penjelasan dari hari keberuntungan, hari naas, maupun puncak kejayaan yang dimilikinya.

Baca Juga: Benarkah Seseorang Pemilik Weton Senin Kliwon dan Selasa Wage Mudah Memikat Hati Lawan Jenis?

Nah, untuk dapat mengetahui lebih lengkap tentang hari keberuntungan, hari naas, dan puncak kejayaan weton Kamis Legi, simak baik-baik dalam artikel primbon Jawa ini.

Dikutip dari kanal YouTube Mbah Sunan, berikut penjelasannya. Berdasarkan kamus kitab primbon Jawa kuno, weton Kamis Legi dengan jumlah neptu 13 ini mempunyai hari naas yang jatuh pada hari lahirnya sendiri, yaitu Kamis Legi.

Perlu diketahui juga, bahwa hari naas weton Kamis Legi yang sudah dititeni oleh para leluhur Jawa dapat pula dihitung dengan mengambil 4 hari mulai dari hari umumnya yaitu Kamis, kemudian mengambil 3 hari dari hari pasarannya yaitu Legi.

Maka hari naas kedua dari weton Kamis Legi dapat disimpulkan jatuh pada hari Minggu Pon. Sementara itu, hari naas weton Kamis Legi yang ketiga jatuh pada hari Minggu Wage yang dapat dihitung dengan mengambil 4 hari mulai dari hari umumnya yaitu Kamis, kemudian mengambil 4 hari dari hari pasarannya, yaitu Legi.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X