Pangkal Masalah Pungli di Blora karena Data Warga Miskin Tidak Valid

- Kamis, 29 September 2022 | 15:07 WIB
Ketua Tim Saber Pungli Blora, Kompol Christian Crisye Lolowang saat ditemui usai rapat di Inspektorat Blora. (Eko Wahyu Budi/Blora.suaramerdeka.com)
Ketua Tim Saber Pungli Blora, Kompol Christian Crisye Lolowang saat ditemui usai rapat di Inspektorat Blora. (Eko Wahyu Budi/Blora.suaramerdeka.com)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Dugaan terjadinya pungutan liar (pungli) BLT disejumlah desa Kabupaten Blora, disebabkan karena data warga miskin tidak valid.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Satgas Saber Pungli Blora, Kompol Christian Crisye Lolowang, usai rapat Tim Saber Pungli di kantor Inspektorat Blora, Kamis (29/9/2022).

“Dari permasalahan (pungli) ini bisa disimpulkan data penerima bantuan sosial (di Blora) tidak valid masih banyak kurang,” ujar Chris - sapaan akrabnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu viral video aksi pungli yang dilakukan oleh pihak aparatur desa. Besarannya bervariasi.

Baca Juga: Akui Lakukan Pungli BLT, Kades Sumurboto Blora Minta Maaf dan Beberkan Modusnya

Mulai Rp20 ribu sampai ada yang Rp100 ribu per penerima bantuan. Dengan dalih bermacam-macam.

Beberapa desa yang sempat viral dengan kejadian serupa yakni Desa Sumberejo kecamatan Randublatung, Desa Keser Kecamatan Tunjungan, Desa Sumurboto Kecamatan Jepon, dan Desa Ngampon Kecamatan Jepon.

Beberapa aksi pungli itu sempat terekam video masyarakat setempat dan viral dimedia sosial.

Dikatakan Chris, dari kejadian itu tim Saber Pungli Blora langsung melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Seperti Kepala Desa, perangkat desa, dan masyarakat miskin penerima BLT.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X