Cara Dua Polisi Blora Korupsi Dana PNBP, Gunakan Paypall dan Keruk Keuntungan

- Rabu, 28 September 2022 | 12:36 WIB
Gambar Ilustrasi Korupsi / pixabay
Gambar Ilustrasi Korupsi / pixabay

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Dua terdakwa kasus korupsi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Polres Blora, masing-masing diganjar hukuman 6 tahun penjara.

Adapun dua terdakwa kasus tersebut merupakan oknum dari kepolisian setempat dan berstatus suami istri. Mereka adalah Bripka Etana Fani Jatnika dan Briptu Eka Maryani.

Vonis putusan keduanya dibacakan Hakim Ketua Rochmad pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (27/9/2022). Keduanya terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi dana PNBP sebesar Rp3,049 miliar di Polres Blora.

Diketahui, tindak pidana korupsi yang dilakukan pasutri anggota Polri pada kurun waktu Agustus hingga Desember 2021 itu terungkap.

Baca Juga: Korupsi Dana PNBP Dua Polisi Blora Diganjar Kurungan 6 Tahun dan Ganti Rugi Negara Rp1,4 Miliar

Yakni setelah ditemukan adanya selisih antara dana yang tersimpan dalam rekening penampungan Polres Blora dengan laporan yang disampaikan terdakwa Briptu Eka Maryani selaku bendahara penerimaan di Polres Blora.

Selisih dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang seharusnya disetorkan ke kas negara itu justru digunakan terdakwa Bripka Etana untuk mengisi rekening aplikasi Paypall miliknya.

Dari dana yang tersimpan dalam rekening Paypall tersebut, terdakwa telah memperoleh keuntungan sebesar Rp125 juta yang uangnya digunakan untuk melunasi pembelian mobil.

Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp300 juta kepada kedua terdakwa pasangan suami istri atau pasutri yang jika tidak dibayarkan maka harus diganti hukuman kurungan selama tiga bulan.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X