DPRD Blora Beberkan Fakta Penyaluran Bantuan untuk Warga Miskin saat Ini Masih Pakai Data 2011

- Rabu, 21 September 2022 | 13:01 WIB
Ketua DPRD Blora, HM Dasum saat diwawancarai awak media di rumah dinas bupati. (Eko Wahyu Budi/blora.suaramerdeka.com)
Ketua DPRD Blora, HM Dasum saat diwawancarai awak media di rumah dinas bupati. (Eko Wahyu Budi/blora.suaramerdeka.com)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Penyaluran bantuan untuk keluarga miskin di Kabupaten Blora kerap tidak tepat sasaran. Dikarenakan beberapa faktor, salahsatunya ketidak valid an data dan penetapan indikator warga miskin yang terlalu rumit.

Hal itu dikatakan oleh Ketua DPRD Blora, HM Dasum usai acara Pembinaan Forkopimda Kepada Camat, Lurah, dan Kades se Kabupaten Blora di Pendopo Bupati, Rabu (21/9/2022).

“Dikarenakan data (warga miskin) yang belum valid,” ujar Dasum. Karena kondisi itu, lanjutnya, juga kerap menjadi pemicu konflik di masyarakat.

“Kadang ada masyarakat yang tidak berhak, tapi malah dapat (bantuan). Ini kan kurang pas,” terangnya.

Baca Juga: Aksi Pungli BLT BBM dan Program Sembako di Randublatung Blora Ditangani Kepolisian

Kekeliruan data tersebut diakuinya memang sudah terjadi sejak lama. Hal itupun juga sudah menjadi perhatian serius oleh kalangan DPRD Blora.

Berkali-kali DPRD Blora mengkritisi terkait dengan tidak valid nya data warga miskin. Jika menilid data BPS per 2021 lalu, jumlah warga miskin di Blora 107 ribu jiwa.

“Dari (data warga miskin) yang sudah ada banyak yang (bantuan) tidak tepat sasaran,” ujarnya. Permasalahan kriteria warga miskin tersebut diawali dari indikator atau variabel kriteria miskin yang terlalu rumit.

“Ada yang rumahnya besar itu malah dapat (bantuan) dan masuk kategori miskin itu kan kurang pas juga,” katanya.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X