Kondisi Tanah Pertanian di Blora Mengkhawatirkan, Pemerintah Daerah Perlu Lakukan Ini

- Selasa, 28 Juni 2022 | 12:26 WIB
Ketua Bidang Pertanian Ormas Petanesia Blora, Roziqin, saat mengambil uji sample tanah pertanian di Desa Prantakan dengan petugas dari PT Pupuk Indonesia. (Eko Wahyu Budi/suaramerdeka.com)
Ketua Bidang Pertanian Ormas Petanesia Blora, Roziqin, saat mengambil uji sample tanah pertanian di Desa Prantakan dengan petugas dari PT Pupuk Indonesia. (Eko Wahyu Budi/suaramerdeka.com)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Kondisi tanah pertanian di Kabupaten Blora diketahui sangat memperihatinkan.

Hal tersebut diketahui saat PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan uji sample tanah di Desa Prantakan, Kecamatan Bogorejo bekerjasama dengan Ormas Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) Kabupaten Blora, Selasa (28/6/2022).

“PH rendah diangka 5, padahal normalnya 6. Di atas 6 juga tidak baik,” kata Petugas Penguji Sample Tanah PT Pupuk Indonesia, Hendro Saputro.

Kondisi tersebut lantaran penggunaan pestisida yang terlalu berlebihan. Sehingga berdampak kepada kualitas tanah.

Baca Juga: Keluarga Membantah Marshanda Hilang, Saat Ini Dia Baik Baik Saja, Apakah Ini Hanya Settingan? Cek Faktanya!

“Sehingga PH nya tinggi. Dampaknya, mencukupi kebutuhan tanaman namun tidak menambahi kebutuhan tanaman,” katanya.

Ada dua titik lahan yang diambil samplenya untuk diuji kualitas tanahnya.

Satu titik lahan di tegalan milik warga, satu lagi di tanah persawahan bengkok desa.

Hasilnya, kualitas tanah sama-sama mengkhawatirkan. “Perlu penambahan pupuk organik sebenarnya disini,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X