Tolak Bayar dengan Mata Uang Rubel, Inggris dan Belanda Akan Dilanda Krisis Energi Gas Alam

- Selasa, 29 Maret 2022 | 17:31 WIB
Ilustrasi mata uang Rubel
Ilustrasi mata uang Rubel

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Kini negara barat mendapatkan kerugian yang dimana ada kenaikan gas sebesar 20% di negara Belanda dan Inggris dan juga para negara G7 menolak membayar dengan mata uang rubel.

Dengan demikian Rusia akan memberhentikan pasokana gas kepada negara G7 hal itu akan membuat negara Jerman dan Perancis akan kehabisan pasokan listrik di masa dekat.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memastikan bahwa jika tidak ada negara G7 untuk membayar pasokan gas dengan mata uang rubel, rusia akan mematikan aliran gas yang sudah dialirkan kepada negara barat yang ada di eropa.

Baca Juga: Pertemuan Presiden Ukraina dan Rusia di Turki Akan Menjadi Pertemuan yang Menentukan Jalan Damai Atau Tidak

Baca Juga: Gerakan Oposisi Pakistan Merencanakan untuk Menggulingkan Kekuasaan Perdana Menteri Imran Khan

Hingga saat ini pemerintah Rusia belum mengambil tindakan final untuk menghadapi negara barat terkait penolakan pembayaran mata uang rubel pada gas alam tersebut.

Meskipun begitu banyak negara yang mulai khawatir terkait pasokan gas alam di negara G7 terlebihnya Inggris dan Belanda sudah merasakan dampaknya.

Baca Juga: Sempat Renggang dengan Sang Ibu Sebelum Berpulang, Kalina: Alhamdulillah Masih Bisa Nemenin Mama

Baca Juga: Vaksin Dosis Ketiga Jadi Syarat Untuk Mudik Lebaran 2022? Berikut Ini Aturannya

Energi gas alam adalah suatu energi yang benar-benar menjadi energi yang paling penting di eropa di karenakan dapat di buat untuk menjadi energi listrik. Dikarenakan
jika benar terjadi krisis energi gas alam, akan menjadi faktor energi listrik akan menjadi krisis.

Halaman:

Editor: Tiko Septianto

Tags

Terkini

X