Merespon Langkah Bupati, Dindagkop Blora Laporkan 6 KPL karena Jual Pupuk Bersubsidi dengan Harga Tinggi

- Rabu, 16 Februari 2022 | 13:38 WIB
Penyalahgunaan pupuk bersubsidi mengakibatkan negara merugi hingga miliaran rupiah. (Dok. bumn.go.id)
Penyalahgunaan pupuk bersubsidi mengakibatkan negara merugi hingga miliaran rupiah. (Dok. bumn.go.id)

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan sidak kelapangan.

Sebagai tindak lanjut dari sidak yang sudah dilakukan oleh Bupati Blora, Arief Rohman sebelumnya.

Yakni terkait dengan adanya mafia pengecer pupuk bersubsidi yang dijual diatas nilai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ditemukan sejumlah kios pupuk lengkap (KPL) di Kabupaten Blora menjual pupuk bersubsidi di atas HET.

Baca Juga: Bupati Arief Rohman Tuai Pujian dari Tim Penilai Bapedda Jateng dalam Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik

Temuan dapatkan setelah petugas Dinas Perdagangan Koperasi (Dindagkop) UKM setempat sidak ke lapangan.

"Ada enam KPL kalau gak salah. Kemarin setelah tim ke lapangan masih ada yang jualan di atas HET,” kata Kepala Dindagkop UKM Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, Selasa (15/2/2022).

Enam KPL berada di Kecamatan Ngawen, Kunduran dan Todanan.

Pihaknya sudah melaporkanya ke Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Blora, dan memberikan surat teguran.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X