Kepala Bank Jateng Cabang Blora Rudatin Pamungkas dan ASN Ubaydillah Rouf Alias Obet Resmi Ditahan

- Jumat, 14 Januari 2022 | 21:52 WIB
Direktur Anti Fraud Indonesia: Dugaan Korupsi Kridit Bank Jateng Rp597 Miliar Jangan Berhenti di Pimpinan Cabang /Tangkap layar Instagram @divisihumaspolri/
Direktur Anti Fraud Indonesia: Dugaan Korupsi Kridit Bank Jateng Rp597 Miliar Jangan Berhenti di Pimpinan Cabang /Tangkap layar Instagram @divisihumaspolri/

BLORA.SUARAMERDEKA.COM - Kasus kredit fiktif di Bank Jateng Cabang Blora menjadi perhatian masyarakat.

Apalagi kasus tersebut melibatkan petinggi bank pelat merah tersebut.

Selain itu juga melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Blora.

Bareskrim Polri akhirnya resmi menahan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran kredit kepemilikan rumah di Bank Jateng cabang Blora.

Baca Juga: Intel TNI Gadungan Asal Grobogan Ini Berhasil Tipu Warga Blora dengan Modus Jual Kambing, Begini Kronologinya

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, dua tersangka yang ditahan yakni Kepala BPD Jateng cabang Blora, Rudatin Pamungkas (RP) dan seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Blora sekaligus Direktur PT Gading Mas Properti, Ubaydillah Rouf (UR) alias Obet.

"Penahanan dilakukan terhadap tersangka atas nama inisial RP. Penyidikan untuk tersangka RP sudah dinyatakan lengkap atau P21. Kemudian telah dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Untuk tersangka UR sudah dinyatakan lengkap atau P21. Dan telah dilakukan penahanan 20 hari ke depan," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu, yaitu Rudatin Pamungkas, Ubaydillah Rouf, dan Direktur PT Lentera Emas Raya, Teguh Kristianto.

Tersangka Rudatin Pamungkas, diduga melakukan korupsi dengan menyalurkan kredit.

Dia menyebut Rudatin membuat negara rugi hingga Rp 115 miliar.

Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Tsania Marwa, Model Cantik yang Viral Sedang Mencari Jodoh Pemain Timnas

"Pada bulan Oktober 2018-April 2019 tersangka atas nama RP selaku pimpinan BPD Jateng cabang Blora telah menyalur kredit yang diduga adanya perbuatan melawan hukum, yaitu tindak pidana korupsi sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 115 miliar," imbuhnya.

Sejumlah bukti, lanjut Ramadhan, juga sudah disita dari Rudatin.

Beberapa barang bukti yang disita yaitu satu dokumen pengajuan kredit, dua sertifikat hak milik bangunan kredit R/C, sebanyak 12 sertifikat kredit proyek hak milik dengan taksiran Rp 10 miliar, sebanyak 62 sertifikat milik lokasi KPR dengan taksiran kurang lebih Rp 19,39 miliar.

Halaman:

Editor: Eko Wahyu Budi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Lebih Dekat Laskar Jumat Berkah di Blora

Selasa, 21 Februari 2023 | 07:14 WIB

OJK Beri Rekomendasi Acuan ke TPKAD Blora

Kamis, 9 Februari 2023 | 19:39 WIB
X